BSMI

Kerjasama bangunan BSMI-BAZNAS

 

(Jakarta) Sebagai lembaga peghimpun zakat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), menyatakan siap mendukung BSMI dalam program beasiswa pendidikan dokter umum untuk pelajar Palestina dan bersedia menjadi donatur dalam program tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Pelaksana Baznas, Teten Kustiawan., SE., Ak, saat menerima kunjungan audiensi pengurus pusat BSMI bersama dua pelajar asal Palestina (penerima beasiswa BSMI) yang akan melanjutkan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di kantornya, Kamis (13/10).

Menurutnya, program beasiswa Palestina yang diusung BSMI ini patut diapresiasi dan didukung mengingat terbatasnya kebebasan rakyat Palestina dalam memperoleh pendidikan karena kondisi negara yang mengalami konflik kemanusiaan akibat kekejaman Israel.

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina yang belum memperoleh kemerdekaan. Sulitnya mendapatkan hak pendidikan, menjadi alasan tepat diluncurkannya program beasiswa ini. Belum lagi bantuan fisik yang sangat sulit masuk karena adanya penjagaan ketat dari perbatasan negara. Maka, peningkatan SDM melalui program beasiswa dapat menjadi solusi atas segala permasalahan yang terjadi di Palestina,” kata Teten.

Dengan demikian, lanjut Teten, setelah lulus dan menjadi dokter, dua pelajar Palestina ini dapat kembali dan mengabdi di negaranya. Apalagi, kebutuhan SDM medis di semua Rumah Sakit di Palestina masih sangat besar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal BSMI, Muhammad Rudi, menyatakan kebahagiaannya kepada Baznas yang mendukung dan siap membantu program beasiswa BSMI. “Kami sangat berterimakasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan, karena program ini merupakan program jangka panjang. Butuh waktu yang cukup lama dalam menjalani pendidikan dokter umum, termasuk proses adaptasinya,” ujarnya.

Tak hanya menjalin kerjasama, kunjungan singkat ini juga sekaligus memperkenalkan dua pelajar Palestina yang baru tiba di Indonesia pada awal Oktober lalu. Dua pelajar ini akan memulai pendidikannya akhir Oktober ini yang diawali dengan kelas bahasa Indonesia dan matrikulasi selama sekitar satu tahun. (rina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *