BSMI

BSMI akan Terjunkan Relawan Medis dan Obat-obatan ke Gaza

(Detik.com) – BSMI.OR.ID Lebih dari 200 warga sipil Palestina di jalur Gaza tewas akibat serangan militer Israel. Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka. Merasa prihatin, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) akan mengirim relawan medis dan bantuan obat-obatan ke sana. BSMI mengadakan jumpa pers di kantornya, Jalan Condet Raya No 8, Jakarta Timur, Jumat (18/7/2014). Ketua Umum BSMI Muhammad Djazuli Ambari dan Sekjen BSMI Muhammad Rudi hadir memberi penjelasan. Kata Djazuli, akan ada 10 orang dari BSMI yang akan berangkat ke Gaza. Tim ini terdiri dari dokter spesialis, anastesi, orthopedi, penyakit dalam, kesehatan masyarakat, anak dan juga penerjemah bahasa. Mereka adalah Dr.dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS, dr Agoes Kooshartoro, SpPD (K), dr Bambang Edi Susyanto, SpA, Muhammad Djazuli Ambari, SKM, MSI, Muhammad Rudi. Lalu dr Prita Kusumaningsih, SpOG, dr Ristiawan Muji Laksono, SpAn, dr Aronica Tuonso, Ns Ahmadi Sugiharto, dan Syekh Abdul Qodir Sudarmo S.Sos. “Saat ini jika allah mengizinkan kami akan masuk lagi ke Gaza memberikan bantuan. Tim yang berangkat nanti kami bagi 2, Pak Rudi berangkat pertama untuk memimpin tim awal yang akan masuk ke Gaza,” ucap Djazuli. Sebelumnya BSMI juga sudah pernah memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza pada tahun 2009, 2010, 2012 dan 2013. “Selain bantuan medis, kita juga akan membawa bantuan obat-obatan, bantuan alat kesehatan, ambulans, pangan, dan lain-lain ke Gaza,” sambung Djazuli. Pihaknya mendapat surat elektronik dari RS Shifa di Gaza yang mengaku sangat membutuhkan obat-obatan dan alat kesehatan. Dikatakan Djazuli, sejauh ini BSMI sudah memiliki dana kurang lebih Rp 2 miliar untuk bantuan ke Gaza. Mereka pun berharap masyarakat mau ambil bagian memberikan donasi demi membantu korban-korban kemanusiaan di sana. “Dari Rp 2 miliar, Rp 1,5 miliar kita nanti akan coba donasikan untuk obat-obatan. Nanti sisanya untuk, ambulans, bahan makanan dan lain-lain. Kita masih terus menggalang dana dan kita terbuka untuk bantuan dari masyarakat,” imbuh Djazuli. Ditambahkan Djazuli, dirinya belum dapat memastikan mengenai waktu keberangkatan timnya ke Gaza. Mereka hingga saat ini masih terganjal berbagai perizinan. Mereka sendiri berharap bisa sesegera mungkin berangkat. “Kami meminta kerjasama dari berbagai pihak, terutama yang memberikan izin dari pemerintah mesir. Kami mohon dukungan Kemenlu, Kemenkes, untuk mensupport dengan dokumen-dokumen pendukung seperti surat rekomendasi, nota diplomasi. Juga KBRI kita di Kairo, Mesir bisa mendorong agar Security State Mesir memberikan izin kepada tim kami yang membawa bantuan,” pungkas Djazuli.[]        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *