BSMI

BSMI Berikan Trauma Healing Kepada Anak-anak Korban Banjir Garut

 

(Garut – BSMI.OR.ID) Musibah bencana banjir bandang di Garut di tujuh kecamataan membuat sejumlah rumah dan sekolah rusak. Kondisi anak-anak korban banjir pun mengalam guncangan hebat baik fisik dan psikis sehingga memerlukan bantuan dari berbagai pihak. Apalagi perlengkapan sekolah dan seragam juga tidak bisa dipakai akibat rusak diterjang banjir dan lumpur, sehingga kegiatan belajar mengajar terhambat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengadakan trauma healing kepada anak-anak di posko pengungsian Lapangan Paris, Jalan Pembangunan, RSUD dr. Slamet, Kab Garut, Minggu (26/9). Relawan BSMI yang bekerjasama dengan mahasiswa Institut Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ) Jakarta, memberikan aneka permainan dan hiburan kepada puluhan anak. Selain memberikan kegiatan menghibur, relawan juga memberikan paket hadiah berupa perlengkapan sekolah yang disaambut gembira oleh anak-anak.

Menurut Sekretaris Jenderal BSMI Muhamad Rudi, aksi kemanusiaan trauma healing itu bertujuan untuk menghilangkan trauma kepada anak-anak karena menjadi korban bencana alam. Selain itu, kegiatan trauma healing untuk menunjukkan bahwa masyarakat peduli dan selalu hadir mendampingi anak-anak korban banjir yang masih menghuni di sejumlah tempat posko pengungsian.

 

“Anak-anak berada pada situasi yang serba tidak menentu usai terjadinya bencana. Mereka pun juga harus menerima kenyataan ada yang rumahnya berantakan, sekolahnya rusak tertimbun lumpur, kehilangan harta benda, bahkan ada sebagian kerabat dan keluarga yang meninggal atau hilang,” kata Rudi yang juga ikut langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Garut.

Sementara itu, BSMI bekerjasama denga Muslim Aid Indonesia memberikan fasilitas air bersih kepada warga desa Haur Panggung, Tarogong Kidul, berupa pompa penjernih air. Pompa penjernih air ini ditempatkan di pinggir aliran sungai Cimanuk, dan airnya akan didistribusikan kepada warga dengan kondisi jernih dan bersih. Haur Panggung yang merupakan wilayah terparah karena padat penduduk, kini kesulitan air bersih pasca-banjir. Warga dapat  mengandalkan pompa penjernih air tesebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk sehari-hari. []

 

Sumber Berita: Pardian Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *