BSMI

BSMI Aktifkan Dapur Umum Untuk Pengungsi Banjir Garut

 

(Garut – BSMI.OR.ID) Untuk meringankan penderitaan korban banjir bandang di Garut, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan menerjunkan relawan medis dan logistik serta distribusi obat-obatan. Sedangkan untuk kebutuhan pangan 1000 jiwa pengungsi yang terpusat di Markas Korem 062, BSMI akan mengaktifkan Dapur Umum yang bisa melayani 500 paket makanan tiap harinya.

Untuk kemudahan penyaluran bantuan, BSMI juga akan mengerahkan satu unit mobile klinik dan satu unit mobile dapur umum. Upaya penyaluran bantuan untuk korban banjir di Garut oleh relawan BSMI akan berlangsung hingga status tanggap bencana dicabut oleh pemerintah.

Sedikitnya, dua puluh relawan berasal dari Jakarta, Garut, Ciamis, Tasikmalaya dan Kota Bandung membawa relawan dokter, tim medis, obat-obatan dan logostik untuk disalurkan kepada yang berhak. Untuk aksi tanggap darurat, relawan juga membawa perahu karet, ambulans dan mobile spesialis bencana.

 

 

Sekretaris Jenderal BSMI Muhamad Rudi mengatakan dalam melakukan tanggap bencana, relawan BSMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait lainnya. “Sebelumnya, relawan BSMI bersama telah mengevakuasi bangunan RSUD Slamet dan bangunan panti jompo dari genangan banjir dan lumpur. Selain itu, relawan di lokasi banjir langsung berbagi tugas untuk membantu assesment pengumpulan data yang tersebar di 7 wilayah kecamatan Kab Garut. Semoga tim BSMI dapat mengoptimalkan penyaluran bantuan yang efektif dan meminimalisir ketidakmerataan bantuan kepada korban banjir,” ujar Rudi saat melepas relawan ke Garut dari Markas Besar BSMI Jl. Condet Raya, Jakarta, Kamis (22/9).

 

 

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyatakan banjir yang menerjang tujuh kecamatan di Garut merupakan banjir bandang terbesar dan terparah dalam catatan mereka. Garut memang langganan banjir, namun baru tahun ini banjir bandang yang terparah dengan 20 orang tewas, 15 orang hilang, 59 orang luka-luka dan sebanyak 725 jiwa diungsikan. Adapun jumlah rumah yang saat ini masih terendam yaitu sebanyak 633 unit, sedangkan sebanyak 57 unit rumah warga terbawa hanyut atau terseret arus banjir.[]

 

Sumber Berita: Pardian Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *