BSMI

Gubernur Sumbar Lantik Pengurus BSMI Provinsi Sumbar

 

(Padang – BSMI.OR.ID) – Hidup di daerah bencana harus bisa beradaptasi dengan keadaan agar selalu survive. Sumatera Barat (Sumbar) merupakan ‘etalase’ bencana. Semua potensi bencana ada di Sumbar, mulai tsunami hingga angin puting beliung.

Potensi bencana hampir merata di 19 kabupaten dan kota, seperti banjir bandang, longsor, gunung meletus, gempa bumi dan tsunami. Ancaman yang ditimbulkan sangat berbahaya. Kerugian dalam bentuk materil, bahkan membawa trauma yang mendalam.

Bencana tidak bisa dihambat atau distop, akan tetapi dampaknya bisa dikurangi. Upaya itu salah satunya dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai seperti peringatan dini tsunami hingga shelter sebagai tempat penyelamatan dan jalur evakuasi. Di saat situasi bencana hingga pasca bencana terjadi, andil lembaga kemanusiaan sangat berperan dalam membantu pemerintah untuk membantu warga hingga masa pemulihan.

 

 

“Kami sangat terbuka. Selama mereka datang untuk kemanusiaan dan mengatasi kebencaan, mewujudkan kepedulian sesama kita untuk tolong menolong, termasuk Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI),” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayirno saat peresmian dan pelantikan pengurus Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) se Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jum’at (6/5).

Irwan Prayitno mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menyambut baik lembaga kemanusiaan yang sejenis dan serupa dengan tujuan untuk membantu dibidang kemanusiaan, dibidang kebencanaan. “Bahkan bila perlu dengan niru pun kami sambut,” sebutnya.

Irwan Prayitno mengatakan, BSMI dibentuk adalah tujuan mulia untuk membantu dan menolong, sehingga tugas pemerintah lebih ringan. “Apa yang ada di Sumbar belumlah cukup untuk membantu dampak-dampak korban-korban bencana tsunami,” terangnya.

Irwan Prayitno mengatakan, wilayah Sumbar berada di daerah rawan bencana dan kondisi itu sesuai dengan letak geografisnya. “Memang tsunami tidak bisa kita cegah, tapi bisa kita buat mitigasi dengan membangun shelter secara vertikal dan horizontal. Bencana gempa juga tidak bisa kita larang terjadi, tapi kita bisa keluar dari gedung-gedung untuk menghindari reruntuhan,” sebut Irwan.

Untuk itu, Irwan Prayitno meminta kepada Ketua BSMI Sumbar untuk segera membentuk sekaligus melantik seluruh pengurus BSMI di Sumbar. Apabila seluruh pengurus BSMI sudah terbentuk di Sumbar, koordinasi akan lebih mudah. Demikian juga membantu dibidang kemanusiaan dan kebencaan akan lebih cepat.

 

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BSMI Sumbar Harfindo Nismar mengatakan saat ini kepengurusan BSMI yang ada di Sumbar baru delapan kabupaten/kota ykni Kota Solok, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam/ Kota Bukittinggi, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten 50 Kota dan Kota Padang/ kabupaten Kepulauan Mentawai. “Kami berharap dengan telah terbentuknya bisa menjadi mitra bagi pemerintah dalam mengatasi masalah kemanusiaan, sosial dan kesehatan kedepannya” sebutnya.

Harfindo juga menyatakan, Sumbar merupakan marketnya bencana. “Dengan hadirnya BSMI di Sumbar akan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat dalam menanggulangi bencana yang sering terjadi di Ranah Minang ini,” harapnya.

Sehari sebelumnya, BSMI mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) bagi para pengurus dan relawan untuk wilayah Sumatera Barat di Endotel SMK 6 , Kota Padang, Kamis (5/5). Acara ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang nantinya akan mengemban kepengurusan BSMI. Sebanyak 60 orang mengikuti materi Diklatpim diantaranya pengenalan kiprah BSMI, manajemen organisasi dan workshop pembuatan SOP.

 

 

BSMI merupakan lembaga kemanusiaan nasional yang bergerak di bidang kemanusiaan dan sosial untuk membantu permasalahan kemanusiaan di dalam negeri maupun mancanegara. Sejak didirikan tahun 2002, para relawan BSMI dengan latar belakang medis dan non medis telah diterjunkan untuk membantu para korban di daerah bencana alam, wilayah perang dan konflik horizontal. Saat ini BSMI telah memiliki 12 kepegurusan di tingkat provinsi dan 130 di tingkat kotamadya/kabupaten.[]

 

Sumber Berita: Obsessionnews.com

Editor: Pardian Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *