BSMI

BSMI Terjunkan Relawan Bantu Banjir Bandung

 

(Bandung) Untuk memberikan pertolongan kepada korban banjir, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengerahkan relawan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sedikitnya, dua puluh relawan berasal dari Jakarta, Garut, Ciamis Cirebon dan Kota Bandung membawa bantuan dokter, tim medis, obat-obatan dan logostik untuk disalurkan kepada yang berhak. Untuk aksi tanggap darurat, relawan juga membawa perahu karet, ambulans dan mobile spesialis bencana.

Sekretaris Jenderal BSMI Muhamad Rudi mengatakan dalam melakukan tanggap bencana, relawan BSMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lembaga terkait lainnya. “Kedatangan para relawan di lokasi banjir langsung berbagi tugas untuk membantu assesment pengumpulan data-data yang tersebar di 29 titik dalam 3 wilayah kecamatan Baleendah, Kab Bandung. Dengan assesment ini, tim BSMI bisa mengoptimalkan penyaluran bantuan yang efektif dan meminimalisir ketidakmerataan bantuan kepada korban banjir,” ujar Rudi saat melepas relawan ke Bandung dari Markas Besar BSMI Jl. Condet Raya, Jakarta, Senin (14/3).

 

 

Sehari setelah assesment data pengungsi korban banjir, tim relawan BSMI memberikan pemeriksaan kesehatan di jalan Andir, Kampung Cibadak, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, salah satu titik banjir yang paling parah. Ini disebabkan daerah Andir merupakan titik pertemuan antara Sungai Citarum dengan muara Sungai Cisangkuy, sehingga banjir sering datang tiba-tiba dengan ketinggian air yang bisa lebih dari satu meter. Sedangkan di kelurahan Andir terdapat 1.200 jiwa yang mengungsi di tiga titik pengungsian yang disediakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya lainnya.

Menurut Abdul Latif Syarifudin, relawan asal Jakarta, pelayanan kesehatan di buka mulai pukul 14.00 s.d 17.00 sore. Lebih dari 100 pasien yang sebagian besar mengalami keluhan ISPA, gatal-gatal, maag, mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan tim medis. “Kami mengalami kesulitan saat mengobati pasien karena terbatasnya tempat dan sarana pelayanan seperti bangku, meja. Bahkan pelayanan kesehatan ini di lakukan di tenda sederhana yang di sediakan oleh warga yang hanya beralaskan tikar,” kata Abdul di sela-sela pelayanan kesehatan kepada warga Bandung.

 

 

Musibah banjir akibat meluapnya sungai Citarum di Kabupaten Bandung telah berdampak tidak kurang dari 5900 KK (24.000 jiwa) yang bermukim di sekitar 15 kecamatan di Kabupaten Bandung. Dilaporkan 3.000 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman atauapun posko pengungsian yang telah disediakan. Lembaga kemanusian nasional BSMI, ikut aktif terlibat membantu korban banjir Kab Bandung bersama lembaga sosial lainnya, dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).[]

 

Sumber Berita: Pardian Sulaiman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *